
Baru-baru ini dunia Islam digemburkan dengan kes penemuan bahan kimia 'carcinogenic' di dalam air Zam zam yang ditemui oleh para sarjana di UK.
Sesungguhnya Solatku, Ibadatku, Hidup dan Matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam

JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG.
JIKA HATI SEJERNIH AIR, JANGAN BIARKAN IA KERUH.
JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI IA DENGAN IMAN.
Kita tahu dunia sementara, tapi kita masih leka
Kita tahu qiamat dah nak dekat, tapi kita masih membuang masa
Kita tahu syurga itu amat indah, tapi kita masih nak kejar nikmat dunia
Kita tahu ujian tanda Allah s.w.t sayang tapi kita masih mengeluh,
Kita tahu menuntut ilmu itu ibadah, tapi macam tak rela jer pegang buku tu
Kita tahu apa yang kawan buat itu salah, tapi kita masih tak tegur(buat-buat buta?!)
Kita tahu nikmat kurniaan Allah s.w.t amat banyak, tapi asyik nak ‘komplen’ jer
Kita tahu kita nak rahmat Allah s.w.t, tapi kenapa masih mengharapkan pujian manusia??
Kita tahu kita boleh ke syurga atau neraka, tapi masih pilih neraka , “Ehh, betul ke??”
Kita tahu amalan kita akan ditimbang , tapi agak-agak yang mana berat lagi??
Kita tahu Allah s.w.t itu maha Melihat, tapi “Apa yang kita buat tadi??”
Kita tahu Allah s.w.t itu Maha Mengetahui, tapi kita masih dok ngumpat dalam hati,
Kita tahu ilmu agama kita sikit, tapi tak nak tambah lagi
Kita tahu kita boleh mati bila-bila masa tapi kita masih tak tobat lagi
Kita tahu …………tapi???
Di hari kebangkitan nanti apabila Tuhan bertanya, engkau nak jawab apa???!!
Aku tahu , tapi………………..??
Firman Allah s.w.t
“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan.Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu).Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”Surah As-Syams ayat 9-10
ketika hati menangis, hanya kau saja yg tahu
Tuhanku….
Ketika mereka meninggalkan aku sendiri
Ketika dunia tiada simpati, Kau tetap mendengar rintihanku
PadaMu tempatku menagih kasih
Ketenangan kurasa mendekatiMu
Syahdu malam tak terasa sunyi
Tuhanku….
Ketika aku dalam kepayahan, dalam kesendirian dihimpit cobaan
Kau beri aku kesabaran, pengalaman mengajar arti kematangan
Lantas Kau membuka pintu hatiku, untuk memberi kemaafan
Pada mereka yang pernah melupakanku
Tuhanku….
Ketika aku buntu
Kau berikan aku kekuatan, kau tunjukkan aku jalan
Kau tak biarkan aku sendirian
Tuhanku….
Yang Maha Pengasih, Rahmatmu tak terkira
Syukurku melangit pun tak tercapai
Sungguh aku merasa berdosa karena dulu sering lalai
Semoga penyesalanku Kau terima